Posted in Matematika Sehari-Hari

Dosa dalam Kemasan Ilmu Matematika (bagian 2)

Seorang lelaki gemuk berdiri di booth “Lotto” di sebuah kios di pinggir jalan. Ia memegang pensil dan memegang 2 lembar kertas seukuran berisi angka-angka. Lalu, lelaki itu menyilang angka demi angka. Kemudian, lelaki berbaju abu-abu membayar 100 Euro (sekitar 1.4 juta rupiah) dan menyerahkan hasilnya ke kasir itu. Ketika lelaki berusia 35 tahun itu keluar, ia berharap mendapatkan hadiah Jackpot senilai 18 juta Euro seperti apa yang diiklankan di sebuah surat kabar.

Lotto adalah sebuah permainan yang sangat favorit di mata masyarakat Jerman pada umumnya. Biasanya, permainan menebak angka ini digemari oleh orang-orang yang berusia 30 tahun atau lebih. Mereka mengikuti permainan ini dengan harapan mereka bisa mendapatkan kekayaan yang instan hanya dalam kurun waktu satu minggu saja, bahkan kurang.

Sebuah permainan biasanya mempunyai cara bermain. Berikut ini tata cara singkat dalam bermain Lotto.

Aturan bermain dari Lotto sangatlah sederhana. Peserta menentukan 6 angka secara acak dari 49 angka (49 angka pertama) dan sebuah angka spesial (Istilahnya Superzahl) dari 0 hingga 9. Kemudian peserta menyilang angka yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah itu, peserta membayar lima euro per slot, mendapatkan nomor undi dan kertas Lotto diberikan ke kasir.

Kunci Jawaban dari permainan Lotto akan dibagikan 2 kali seminggu yaitu hari Rabu dan Sabtu. Pemain diharuskan mencocokan jawabannya dengan kunci jawaban dari Lotto. Biasanya, seorang yang bisa menebak angka-angka tersebut dengan benar akan diberikan hadiah Jackpot bernilai puluhan juta Euro.

Mendapatkan hadiah Jackpot dalam permainan Lotto tentu tidaklah mudah. Peserta mempunyai tantangan dalam mendapatkannya.  Apakah tantangan bagi seorang pemain Lotto ?

Peserta permainan mempunyai kesulitan untuk mendapatkan hadiah jackpot tersebut. Bayangkan saja ada 49 angka di kertas dan peserta hanya boleh memilih enam angka. Kemudian peserta hanya boleh memilih satu angka dari sepuluh angka. Secara matematis, sistem di permainan Lotto mempunyai 13983160 kemungkinan. Seorang pemain mempunyai peluang sebesar 7,15 dikali sepuluh pangkat minus 7 untuk menjawab tebakan itu dengan benar.

Tidak hanya kesulitan saja yang didapat oleh peserta Lotto, melainkan juga peserta permainan butuh menunggu waktu yang lama untuk menunggu hadiah Jackpot tersebut. Jika lelaki tadi membeli 200 slot untuk pemainan Lotto ini, dia butuh waktu 13445 tahun untuk mendapatkan hadiah jackpot tersebut. Kaya tidak, melarat iya.

Lantas apa yang membuat permainan seperti ini membuat pesertanya sengsara? Lalu bagaimana kesengsaraan, kemelaratan dan permainan Lotto ini dihubungkan dengan ajaran agama?

Lotto adalah sebuah permainan yang menggantungkan nasib di masa yang akan datang.  Jelas permainan ini dibenci di mata Allah, dan tertera di Al-Quran surat Al-Maidah ayat 90 yang artinya

 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah ayat 90)

Seseorang yang melakukan perbuatan dibenci oleh Allah merupakan temannya Syaitan. Lotto ini sama seperti perjudian pada umumnya, hanya saja dikemas dalam bentuk angka-angka. Pemain-pemainnya jelas merupakan temannya Syaitan.

Permainan seperti ini juga bisa mendatangkan sifat-sifat buruk di dalam hati manusia. Bayangkan saja ketika orang menghabiskan 200 slot (1000 Euro) hanya untuk memenangkan permainan ini. Lalu, ada seseorang newbie tiba-tiba langsung menang hadiah judi, walau dia membeli 10-20 slot saja. Maka, si pembayar 200 slot tadi menjadi iri dengki terhadap seorang pemenang Lotto tadi.

Sifat tidak menyukai manusia yang lainnya pada kasus tersebut telah digambarkan oleh Allah dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 103 yang artinya

dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya (QS Ali Imran: 103)

Perbuatan seperti ini menjauhkan manusia pada persatuan umat. Bukankah Islam telah menyuruh orang-orang beriman untuk saling mencintai satu sama lain karena agama dan menghindari percekcokan seperti yang tercantum di Firman Allah surat Al-Anfal ayat 63 yang berarti

dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka

Itulah gambaran seorang pemain Lotto. Setelah mengetahui permainan Lotto dan bahaya, kita wajib menjauhi perbuatan tersebut. Sebagaimana Allah telah menyuruh kita menjauhi perbuatan Judi ini dalam surat Al-Mudatssir ayat 5, ” dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”

Wallahualam bi Shawwab

Wassalamualaikum Wr Wb

Bukan Ustadz

Posted in Bebas Berfikir

Polemik Hukum Usaha Paytren

Satu hari di bulan Desember pasca aksi damai 212, berbagai bentuk usaha muncul ke pasaran. Koperasi Syariah 212 adalah sebagian kecil dari bentuk usaha syariah di Indonesia. Selain koperasi syariah 212 mulai menancapkan eksistensi, Paytren dengan pimpinan Ust. Yusuf Mansur menawarkan opsi lain dalam ekonomi berjamaah, yaitu usaha melalui aplikasi di smartphone. 
Beberapa ahli ekonomi syariah di Indonesia sontak membuat kejutan mengenai penggunaan paytren beberapa waktu lalu, bahwa Paytren itu haram. Mereka menganggap Paytren adalah suatu usaha syariah berkonten Multi Level Marketing konvensional seperti tukar menukar antara uang dengan uang yang tak seimbang, iming-iming tertentu dan mengandung riba nasi’ah

Hukum Paytren dari Ust. Erwandi Tarmizi

Lantas, mengapa Paytren tidak boleh digunakan sebagai ladang pendapatan yang berbasis ekonomi kerakyatan ? Apakah Paytren tidak mendatangkan manfaat bagi orang banyak ? Apakah Paytren menerapkan sistem MLM yang menjual barang yang spekulatif  (Contohnya beli Rice Cooker harga 10 juta gratis ke Singapura) ? Ini sedikit pendapatku mengenai usaha berbasis smartphone ini.

Paytren adalah suatu ladang usaha berbasis ekonomi kerakyatan yang dipimpin oleh Ustad Yusuf Mansur dan tim dalam suatu perusahaan yaitu PT. Veritra Sentosa Indonesia. Usaha ini mempunyai beberapa fitur yang memudahkan sesorang dalam melakukan transaksi seperti pembayaran pulsa, pembayaran tiket kereta, pembayaran token PLN bahkan berbelanja online dan offline. Bahkan usaha ini menawarkan umroh gratis bersama Ust. Yusuf Mansur , belajar tilawah gratis dengan Daarul Quran.

Setelah kita mengenal secara general apa itu Paytren. Mari kita telusuri aturan main dari usaha Paytren ini.

Paytren mempunyai dua paket yaitu paket Basic dan Titanium. Paket Basic adalah paket dasar dari bisnis Paytren, sedangkan paket Titanium adalah paket tingkat lanjut dari bisnis ini. 

Penulis menelusuri perbedaan dari kedua paket tersebut. Pertama, pengguna paket basic mendapat 1 lisensi, sedangkan pengguna paket titanium mendapat 31 lisensi. Kedua, pengguna paket basic boleh deposit cashback maksimal 15 ribu rupiah, tetapi maksimal deposit cashback pengguna paket titanium berjumlah lima juta rupiah per lisensi. Terakhir, pengguna paket basic berpotensi mendapatkan bonus maksimal 300 ribu, tapi pengguna paket titanium di Paytren bisa mendapatkan bonus maksimal 9.3 juta rupiah. 

Perusahaan Paytren mempunyai juga malam penghargaan Paytren (Paytren Vaganza). Dimana seseorang akan mendapatkan reward dari perusahaan jika ia berhasil menyeimbangkan jumlah lisensi dari komunitas itu sendiri (misal kanan 100 lisensi kiri 100 lisensi). Bonusnya pun juga bermacam tergantung jumlah lisensi di komunitas yang kita raih. 

Nah apa yang membedakan usaha Paytren dengan usaha yang lain, bahkan dengan bank konvensional, bahkan dengan bisnis Multi Level Marketing pada umumnya. 

Dalam teori marketing kontemporer, mulut seorang konsumen berperan banyak dalam memancing konsumen lain untuk membeli barang tersebut. Misalkan, si X akan menawarkan kepada si Y buku Happy Little Soul, karena si X merasa puas membaca buku tersebut. Sebab si Y yang telah membeli buku itu juga puas dengan barang tadi, ia akan menawarkan ke kerabatnya yaitu si T. Kemudian kerabatnya tertarik dan membeli barang tersebut. Namun, penawaran barang dari kita kepada orang lain tidak dinilai oleh perusahaan buku itu, tetapi perusahaan buku tadi menjadi laku keras. 

Dari marketing konvensional tadi, Paytren mencoba menghargai usaha setiap mulut konsumen. Di sinilah letak perbedaan Paytren dengan sistem marketing konvensional. 

Penawaran usaha Paytren kepada pengguna baru Paytren akan mendapatkan bonus dari perusahaannya Yusuf Mansur. Sistem bonus disini adalah pengguna usaha paytren akan mendapatkan bonus, jika pengguna atau teman pengguna dalam satu komunitas berhasil membawa sepasang klien baru. Namun, sistem bonus ini berlaku hingga 10 generasi . Artinya kita mendapat bonus hingga 10 turunan perusahaan. 

Selain fitur bonus, paytren menawarkan sistem cashback. Apa itu sistem cashback ? Apakah cashback juga diterapkan dalam bank konvensional ? 

Dahulu, kita sering percaya dengan iklan-iklan bank “Tingkatkan terus transaksi Anda dan raih kesempatan dapatkan hadiahnya” . Transaksi dalam bank konvensional menpunyai cashback yang sedikit dari produsen, tetapi banyak konsumen sering melakukan transaksi. Alhasil, sedikit cashback yang didapat tadi menjadi bukit. Walau sebuah bank konvesional meraup cashback yang sangat besar, cashback tadi hanya dinikmati oleh orang-orang yang berada di bank konvensional, bukan konsumen yang melakukan transaksi tadi. 
Paytren menginginkan cashback dari setiap konsumen dinikmati oleh masyarakat banyak (mitra paytren), bukan hanya dinikmati oleh satu atau dua pihak seperti pada sistem di bank konvensional. 

Cashback dalam Paytren adalah pengembalian uang dari uang administrasi perusahaan, jika seseorang dari komunitas kita di manapun generasinya melakukan transaksi. Keuntungan setiap mitra sebesar 2.88% dari harga basis per transaksi. Cashback yang telah diraup oleh mitra Paytren akan dikembalikan setiap tanggal 15 di setiap bulan.

Perbedaan-perbedaan dari paytren terhadap usaha konvensional telah dijelaskan oleh penulis. Namun, ini merupakan awal cerita panjang dari sebuah polemik dari hukum penggunaan Paytren. Polemik ini harus menemui titik tengah demi kemaslahatan ummat di Indonesia maupun di dunia. Polemik seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga saat ini, agar ekonomi syariah juga bisa bersaing dengan ekonomi dunia. 

Pihak Paytren dan pihak ulama sebaiknya melakukan diskusi terbuka mengenai polemik ini, sebab pernyataan dari beberapa ulama yang sudah menyebut haram serta tidak ada respons dari pihak PT Veritra Sentosa Indonesia secara cepat. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus memberikan sebuah pernyataan mengenai penggunaan usaha paytren ini, karena mayoritas masyarakat belum yakin dengan penggunaan usaha tersebut hingga ada keputusan yang jelas dari MUI. 

Wallahualam bi Shawwab

Selamat berpuasa !!!
Pengguna Paytren Basic dari daerah Frankfurt dan sekitarnya

Posted in Matematika Sehari-Hari

Dosa dalam Kemasan Ilmu Matematika (Bagian 1)

Sudah kurang lebih 15 tahun, aku memperlajari ilmu angka-angka. Banyak sekali ilmu-ilmu abstrak itu disimpan satu demi satu dalam memori ku.  Dari bagaimana menghitung 1 + 1 hingga menyelesaikan sebuah persamaan y’ + 2xy = – 3 + 2x. 

 15 Tahun itu hanyalah belajar matematika secara general, mendasar dan belum sedalam orang-orang di luar sana. Berapa lamakah aku mendalami ilmu yang penuh ketidak pastian itu ? Ya, hanya 2 tahun. 2 Tahun sudah ku dalami ilmu angka itu. 2 Tahun itu lah aku terjembap dalam hal-hal yang tidak diridhoi oleh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dalam kemasan kuliah Matematika Ekonomi. 

Inilah dosa pertama yang aku pelajari di perguruan tinggi dalam suatu kemasan permainan semu. Permainan yang sering dimainkan oleh para ekonom dan investor. Permainan ini sangatlah sering ditemukan di bank-bank pada umumnya. 

Permainan pertama yang ku mainkan adalah “Bunga”. Bunga yang aku lihat tiada putiknya, tidak mekar, dan tiada sari patinya. Hanya sejumlah angka dalam persen per tahun atau sekian persen per Kuartal. Bunga tersebut membuat seseorang kesulitan dalam membayar cicilan, sebab nominalnya meningkat secara linear, hiperbola, bahkan eksponensial setiap bulan atau setiap tahun. 

Di permainan itu, aku melihat bagaimana transaksi itu dimainkan di bank-bank konvensional ? Bagaimana seorang penerima bunga bank mengali harta “berlebih” dari pemberi ? Dan bagaimana seorang pembayar merasakan beban yang besar dari transaksi tadi? Semua pertanyaan itu terjawab dalam 250 halaman skrip mata kuliah matematika finansial, tetapi tidak mungkin terjawab semua dalam sebuah artikel ini. 

Sebenarnya, bunga bank itu tertulis di akadnya, tetapi bunga bank sekian persen mewajibkan seorang pembayar membayar sejumlah uang “lebih” kepada bank atau pembeli. Nah, uang berlebih ini justru meleset dari akad yang seharusnya terjadi. Bahkan uang berlebih ini meningkat setiap bulannya. 

Misalkan, ada sebuah motor 2 tak harganya 10 juta dicicil dengan bunga 12% per tahun selama 1 tahun. Kita tahu hasil dari pembayaran itu adalah 11.2 juta rupiah, namun pembayaran setiap bulannya bertambah seiring dengan berjalannya cicilan. Jelas hal ini menyusahkan para pembeli dalam membayar cicilan tersebut. 

Lebih baik, si penjual motor langsung menetapkan harga motor itu adalah 11.2 juta dengan cicilan 1 tahun. Akadnya jelas dan pembayarannya sangatlah jelas dan tidak menyusahkan para pembeli, walaupun untung dari penjualan pembelian motor tadi adalah sama. Mengapa pembelian motor seperti ini justru lebih aman ? Karena akad pembeliannya jelas dan tidak perlu lagi membayar uang yang berlebih. 

Harta yang berlebih dari akad di kasus pertama itu dinamakan “Riba”, karena penjual memaksa si pembeli memberikan harta berlebih yang diluar akad yang ditentukan tadi. Uang yang didapatkan oleh si penjual tadi tentu sangatlah menyusahkan pembeli untuk memenuhi ciclilan yang sifatnya linear atau exponential.  

Pencaharian sebuah harta belebih oleh seseorang itu diibaratkan oleh Rasulullah SAW lebih berat dari 60 kali berzina seperti dalam hadits Riwayat Ahmad yang artinya.

Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina”. (HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah)

Selain itu, Riba itu merupakan salah satu dari tujuh perkara yang membinasakan seperti dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim

“Jauhilah oleh kalian 7 perkara yang membinasakan”. Para sahabat bertanya, “Apa itu, Ya Rasulullah?”. Rasulullah saw menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh wanita-wanita Mukmin yang baik-baik berbuat zina”. Juga didasarkan pada sebuah riwayat, bahwa Nabi saw telah melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya”. [HR. Imam Bukhari dan Muslim]

Di sinilah kita tahu bahwa riba merupakan perbuatan yang sangatlah dilaknat oleh Maha yang Memberi Rezeki. Baiknya kita menghindari perbuatan seperti dengan menjelaskan akadnya secara detil. 

Ini lah dosa pertama yang aku pelajari dalam mempelajari ilmu angka-angka di kampus tercinta Technische Hochschule Mittelhessen. Masih banyak tumpukan dosa lainnya belum aku selami. Seiring dengan berjalannya waktu dan ilmu yang didapat, dosa-dosa ini akan dijelaskan satu per satu di kemudian hari. 

Posted in Bebas Berfikir

Reportase tentang Aksi Bela Ulama 112 versi Koran Jerman

Sore kemarin, aku membuka kotak surat di depan pintu gedung Wohnung untuk mengecek semua surat-surat atau membuang iklan-iklan dan koran hari minggu yang tak berguna. Hanya satu koran Frankfurter Allgemeine Zeitung (FAZ) yang aku bawa ke dalam Wohnung-ku. 

____________

Setelah melaksanakan sholat isya dan makan malam, halaman demi halaman aku balik. Beberapa headline utama  disajikan dalam pada koran Senin 13 Februari 2017 yaitu : 

  1. Pemilihan Presiden Jerman lewat jalur parlemen (Pemilihan di Jerman ditentukan oleh ribuan anggota dewan dari 8 partai). 
  2. Babak baru skandal emisi mobil Volkswagen yang diekspor ke Amerika. 
  3. Penolakan larangan berkunjung ke Amerika untuk beberapa negara Islam oleh presiden kontroversial Donald Trump. 

Namun headline yang disajikan sama sekali tidak menarik. Saya melirik beberapa berita luar negeri. Salah satu isi berita disitu ada aksi bela Ulama 112 di Istiqlal. 

Judul  dari reportase Aksi 112 “Protest Statt Gebet” (Protes daripada Beribadah) memunculkan suatu kesalahan dalam berfikir. Mana ada seorang muslim melakukan protes tetapi tidak memperhatikan ibadahnya baik itu yang wajib seperti sholat, zakat dan memilih pemimpin muslim dan yang sunnah seperti puasa senin kamis, sholat dhuha, memberikan salam. Kami wajib menjaga ibadah yang wajin maupun sunnah dan menjaga tiang agama. 

Pada Paragraf awal, Till Fähnders menceritakan tentang kehidupan etnis Tionghoa dan umat muslim di Jakarta terutama setelah merayakan tahun baru imlek. Masyarakat etnis tionghoa masih melaksanakan aktivitasnya seperti biasa seperti beribadah dan berkerja. Berbeda dengan masyarakat etnis Tionghoa, umat muslim menuntut Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok segera ditangkap karena penistaan Al-Quran. 

Dalam paragraf awal, penulis kelahiran Kiel menuliskan ribuan umat Islam yang menuntut Ahok segera ditangkap. Namun faktanya, umat Islam yang menuntut Ahok ditangkap sudah mencapai jutaan. Lalu, mereka menulis umat Islam adalah Islamisten. Kata Islamisten atau islamistischen sering sekali digunakan ketika menyebutkan teroris seperti ISIS. Selain itu FPI dianggap oleh pihak koran ini sebagai Tentara Muslimin Terakhir, mereka menganggap umat islam lebih sering protes daripada beribadah. Maaf, kami sebagai umat Islam melaksanakan ibadah 5 kali sehari, sedangkan protes baru 4 kali dalam 9 bulan ini. 

Pada isi berita di koran yang berdiri sejak 1949, ada beberapa slogan-slogan demonstran yang biasa saja” Gubernur Muslim ? Yes “, “Penjarakan Ahok! “, hingga yang provokatif “Bunuh Ahok!” (Kemungkinan provokator) tertulis dalam artikel ini.  FAZ menjelaskan bahwa Ahok tidak boleh dipilih di Pilkada DKI Jakarta karena dia Cina dan Kristiani (Jelas, FAZ menuliskan konten-konten yang berbau SARA) . Selain itu, Ahok juga melakukan pelecehan terhadap Al-Quran dan berani menafsirkan sendiri. Penjabaran FAZ dalam hal ini sangat tidak tepat. Kebanyakan masyarakat menilai, bahwa Ahok tidak boleh dipilih bukan karena alasan yang disebutkan oleh pak Fähnders, namun karena dia bermulut bensin (mengutip Cak Nun dalam kajiannya yang terbaru) dan tidak mencerminkan akhlak dan aqidah seorang pemimpin. Apakah FAZ tidak punya etika penulisan bahwa penulis tidak boleh memasukan hal-hal yang berbau SARA dalam suatu konten ?  

Setelah menjabarkan isi, reporter koran dengan motto korannya “Koran untuk Jerman” melakukan wawancara terhadap wawancara terhadap salah satu masyarakat etnis tionghoa dan peserta Aksi Bela Ulama 112. Masing-masing dari mereka diambil satu orang untuk ditanya tentang aksi 112.

FAZ sangat berat sebelah dalam memberikan pertanyaan kepada 2 narasumber yang berbeda. Pertanyaan dari koran ini terhadap masyarakat etnis tionghoa bertujuan membangun rasa kasihan terhadap pembaca, seperti ketakutan aksi-aksi yang dilakukan oleh ummat Islam bisa membentuk kekacauan seperti tragedi 98 dan ketidaknyamanan mereka di ibu kota. Akan tetapi, wartawan FAZ mengajukan pertanyaan yang berburuk sangka kepada peserta aksi bela Ulama seperti “Apakah kalian dibayar oleh sejumlah pihak ?”,”Apakah aksi ini ada kepentingan politik semata agar Basuki tidak terpilih?”. Alhamdulillah peserta aksi bisa menjawab pertanyaan koran ini walau dengan kemampuan bahasa asing yang terbatas. 

Pada penutup, penulis yang sudah tinggal di Singapura sejak 2012 menutup dengan situasi Jakarta menjelang Pilkada. Masyarakat Jakarta menginginkan Gubernur baru. Tak hanya itu, mereka juga menginginkan Jakarta punya public transport yang nyaman, pendidikan yang baik dan bisa dinikmati semua orang. Pada penutup, penulis artikel ini menyebutkan calon lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono dengan alasan keturunan mantan presiden sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono. Anies Baswedan-Sandiaga Uno-nya mana bos ??

Itulah sedikit rangkuman tentang artikel Aksi bela ulama menurut FAZ. Ane doakan Jakarta punya gubernur yang baik akhlaknya, lisannya dan aqidahnya, serta dekat dengan ulama dan orang-orang sholeh. 

Giessen 

14 Februari 2017

Wohnung : tempat kos-kosan

Posted in Bebas Berfikir, Matematika Sehari-Hari

Memanggil Kembali Ilmu yang Hilang 

Sudah hampir 20 tahun, gue bermain dengan ilmu yang penuh ketidakpastian. Angka-angka, simbol-simbol dan pembuktian dilahap dengan nikmat, meski ada yang harus dimuntahkan karena sama sekali tak lezat. Bilangan Fibonacci, Cacing-Cacing Integral, hingga berapa peluang nyokap gue dapet arisan di rumah si Fulanah sudah tersimpan di luar kepala. Walau begitu, gue kadang-kadang lupa cara ngerjain soal itu dan harus berlari untuk menempelkan kembali suatu materi di kepala.

Rapat 27 Desember 2016 di Masjid Indonesia Frankfurt menjadi tempat para pengurus Masjid menumpahkan ide baru di tahun 2017, kritik, saran, kejenuhan dan kegelisahan. Kegelisahan gue muncul sejak 3 bulan terakhir, gimana caranya gue bisa memanggil kembali materi yang sudah lama terbengkalai, tanpa menangkap materi itu kembali. Video tutorial, internet dan buku kadang nggak cukup buat gue untuk balikin ilmu itu. Gue angkat tangan dan menunggu respon pemimpin rapat.

“Yak, Rakan!”, ujar pemimpin rapat

“Saya ada usul pak, bagaimana kalau mengadakan tutor matematika untuk anak-anak kuliah, pak?”

“Nama programnya ?”

Gue bingung nama programnya apa ya ? Tutorium Mathematik ? Ntar Masjid Al-Falah ribut gara-gara namanya asal jeplak sama Masjid Frankfurt. Tutor Mathe fuer Uni ? Kagak Menarik ! Ada 3 menit mikir-mikir nama tapi sama sekali nggak ada ide.

“Frankfurt Menghitung”, ucap seorang pengurus dengan aksen Jawa.

Ada yang tertawa kecil mendengar jawaban dari dia. Hmmm namanya terdengar menarik meskipun namanya kayak gerakan sepuluh ribu langkah produk susu orang tua.

_____________

Singkat cerita, bapak pemimpin rapat memberikan usul, bagaimana kalau programnya dilaksanakan seiring berdekatan dengan klausur (semacam UAS anak-anak Jerman). Mendengar usul tersebut, gue tulis sedikit pesan singkat, tanpa gambar, tanpa poster. Intinya, ada tutor matematika hari sabtu siang. Program perdana ini bertujuan untuk mengetahui di sisi mana terjadi error. Sehingga macam-macam error  yang terjadi di program perdana bisa diantisipasi di masa yang akan datang.

Alhamdulillah, ada yang berminat hadir di program perdana. Ada yang mempersiapkan diri tes Aufnahmeprüfung Studienkolleg (Tes Penerimaan Siswa Pra Universitas) di Nordhausen. Sebagian lainnya mempersiapkan untuk klausur di kampusnya masing-masing.

Pembahasan materi sangatlah banyak. Ada materi yang sangat mudah seperti logaritma dan exponensial. Beberapa materi sudah dikuasai di kuliah tapi jarang digunakan seperti konvergen dan divergen suatu barisan dan turunan. Ada juga materi yang sama sekali belum pernah gue lakukan pendekatan seperti persamaan lewat beberapa turunan. Misalkan y”’ + y” + 3 = 2x + 3.

Intinya dari adanya program ini buat gue sendiri adalah memenuhi kepuasan pribadi dan menghilangkan keresahan dalam diri sendiri. Selain itu, waktu belajar gue bisa digunakan dengan benar, kalau ada materi yang berhubungan dengan bahan ujian. Tambahannya, gue belajar soft skill yang masih kurang dengan methode learning by doing dan trial and error. 

Masih ada beberapa error yang harus gw tutupi. Masih ada pengajar yang lebih pinter ngomong daripada gw. Masih ada pengajar yang lebih pinter ngitung daripada gw. Masih ada pengajar yang well-prepared  dari pada gw. Dan masih ada kekurangan yang harus ditutupi dalam diri sendiri

PS : Program yang sama akan berlangsung semester depan mulai bulan April atau Mei.

Tertanda,

Penulis yang sedang penat-penat ria dengan klausur.

Gießen, 30 Januari 2017

Photo by Arga (ig : @gadanes)

Posted in Cerita Fantasi

Sisi Gelap di Negara Rantau (1)

Akhir-akhir ini, ane sering sekali melihat kejadian kejadian yang membuat orang-orang di kampung halaman mencari anaknya di rantau sana. Di sana sering terjadi penipuan, pemukulan, depresi, hilang Kontak, bahkan bunuh dirii yang melibatkan pelajar rantau dari Indonesia. 

Gw tidak bermaksud menakut-nakuti siapapun. Baik itu orang tua, om, tante, kakek, nenek, teman dekat, bahkan calon istri (emang ada ? Yang jelas sudah tertulis di lauh mahfudz) dan calon mertua (calon istri aja belom ada). Gw cuma kepingin pelajar disini saling mengenal dan mengingatkan satu sama lain. Tak Kenal maka Ta’aruf. 

Setelah gue menjelajahi, menimbang-menimbang destinasi untuk tempat ngampus dan reuni kecil-kecilan bersama teman satu SMA di Gießen, gue memutuskan untuk pulang ke Kaiserslautern lewat Frankfurt dan Mannheim. Di Mannheim, para penumpang pemegang tiket EC arah Saarbrücken, dipindahkan ke Kereta S-Bahn nomor 2 (S2) arah Kaiserslautern, karena ada kerusakan kereta EC di Frankfurt am Main.

20.59

Kereta S2 arah Kaiserslautern berangkat. Kereta ini berhenti di semua halte hingga Kaiserslautern Hbf. Para Penumpang berdesak-desakan di dalam kereta. Bahkan ada yang terjepit diantara koper-koper punya orang-orang berkemeja dan berdasi. 

Petugas terus menyebutkan halte-halte pemberhentian selanjutnya. Satu per satu penumpang mulai turun di tempat tujuan. Tak sedikit juga, beberapa penumpang masuk menuju S2, dari gelandangan hingga orang yang berduit. 

Di Ludwigshafen, ada seorang pria gembel memakai tas hitam masuk ke dalam kereta dengan langkah yang cepat. Gelas-gelas didalam tasnya membentur satu sama lain. Dia duduk dekat tempat taruh sepeda dan menggunakan headset di telinga. Kami semua memperhatikan dia yang sedang sempoyongan. Kami berbalik arah dan melakukan aktivitas seperti semula. Gw langsung tidur sebab gw lelah mengelilingi kota Gießen.

________________

Tiba-tiba, gembel yang sempoyongan tadi mengeraskan lagunya dan berteriak sekeras mungkin. Mendengar teriakan gembel itu, saya memakai earphone dan melanjutkan tidur saya.

Pecahan kaca dan teriakan gembel benar-benar membangunkan gw. Gw masih mengucak mata sambil bersandar di kaca. Ketika aku terbangun, gembel bercelana hitam bolong-bolong itu memasang lagu heavy metal sambil memecahkan pintu kaca S2. Gembel itu juga memukuli perut ibu beraksen thailand dan mendorong anak keturunan indo-china ke penumpang yang mencoba menelpon polisi . Beruntung mereka sama sekali tidak terluka.

Pria berbaju hitam berlari dan terus menerus mendekati kaca. Ketika dia mendekati kaca dekat gue, gue sudah hindari kaca yang akan dipecahkan oleh gembel itu. Apa daya, pukulan hook gembel itu tepat mengenai pipi kanan gw, tetapi dia tidak berhasil memecahkan kaca dengan satu pukulan.

Setelah pria itu berhasil memukul saya, pria itu terus menerus berusaha memecahkan kaca di sebelah gue. 5 Penumpang menarik pria pemecah kaca menjauh dari kaca. 3 penumpang melindungi saya agar tidak terjadi baku pukul.  2 Penumpang membuka tas  dan mencari identitas pria yang mukulin gw. Seorang pria berambut pirang menelpon polisi. Beberapa penumpang mengamankan ibu dan anak tadi dan  mengetuk masinis supaya kereta itu segera berhenti. 

“Hey, Jing, kau dari mana ?”, ujar pria pemecah kaca dengan nada meninggi 

Gue berusaha untuk mencoba menahan diri dan tidak menjawab pertanyaan pria perusak suasana di kereta sambil mengantisipasi hantaman berikutnya.

“Lo dari Malaysia ? Indonesia ? Huh, yang jelas agama lo itu sampah ! Ikuti ajaran gue ! Ajaran Kedamaian.”, ucap pria itu dengan membentak gue.

Makian orang yang sudah dibawah sadar itu masih aku hiraukan, gue hanya berdiri di depan pintu keluar dan menekan tombol darurat.

Kereta itu tiba tiba berhenti mendadak. Gw langsung keluar mencari stasiun polisi terdekat. Pria pirang tadi keluar dan menyusul gw ke kantor polisi terdekat. Kami ternyata di daerah antah berantah. Hanya ada beberapa rumah di sana dan terletak diantara bukit-bukit dan lintasan panjang yang penuh kelokan. Tak ada kantor polisi, tak ada swalayan, Tak ada apotik. Bahkan sinyal saja tidak ada. 

______________

22.45

45 menit sudah kami di dalam kereta. Menunggu polisi mengamankan pria perusak kereta. 5 Orang masih menahan pria yang dibawah kendali 20 Jägrmeister yang membawa dia kedalam alam bawah sadarnya. Saya hanya duduk dan diajak bicara oleh pria perancis dan wanita chinese, agar kejadian tadi bisa segera dilupakan.

Tak berapa Suara langkah kaki-kaki polisi dari bawah stasiun terdengar hingga kereta kami. 5 orang tadi kembali ke tempat duduk mereka. Akan tetapi, Pemukul itu mengambil tasnya, dan berlari keluar ke pintu paling belakang. Pria pemukul 2 orang itu mencoba menyebrang rel kereta untuk menghilangkan jejak. Beruntung, dua polisi langsung menangkap pria pemabuk dan 2 polisi yang lain mengevakuasi penumpang dan dimintai keterangan terkait pria gelandangan beraksen rusia.

Posted in Cerita Fantasi

Antara Aku dan Dosen Putri Solo (Bagian 1)

Jam dinding di kelas 101 di THM sudah menunjukkan pukul 07.30. Ramadhan sudah mendekati 10 hari terakhir. Aku mencoba tidur sebentar, agar badan tidak lemah, letih dan lesu saat Vorlesung Stochastik 1 berlangsung.

20 menit kemudian, langkah kaki siswa dan siswi semakin keras mendekati kelas. Aku tiba-tiba terbangun dengan muka yang sangat pucat seperti orang yang terkena tifus.

“Rakan, jangan tidur terus!”, ujar Michael, pria berambut pirang dan berkulit putih,.

“Apa yang kau lakukan semalam ? Sehingga mukamu menjadi pucat seperti ini.”, ucap Toni, seorang pria setinggi aku dan blasteran Jerman-Kroasia.

“Gue tidur jam 12 malem dan bangun jam 3 pagi.”, ucap gw dengan lemas dan pelan.

What ? Lo bangun jam 3 pagi ? Yang bener lo ?”, ucap Fabian , pria pemain tenis meja no. 1 di daerah Hessen dan keturunan Korea.

“Iya gue bangun jam 3 pa…”, tutur gw seperti orang melantur.

“Brak !”. Tiba-Tiba, dorongan pintu bapak Kochmann yang sangat keras menghentikan pembicaraan kami berempat.

Ja, Schonen Guten Morgen. Herzlich Wilkommen zur Statistik. …”, sapa pak Kochmann kepada murid-muridnya.

Dosen berbadan tinggi dan kurus mulai mengawali pelajaran statistik, tanpa sedikitpun bahasa basi khas orang Jerman asli. Dosen berkemeja putih kotak-kotak dan bercelana kain hitam seperti pelamar kerja memulai materi Mean, Median, Modus, Range. Ia menjelaskan dasar-dasar dari istilah-istilah statistik yang disebutkan dengan suara manusia umum dan intonasinya seperti Sundari Soekotjo bernyanyi. Mata saya sudah sayu dan terpejam sedikit demi sedikit, hingga aku terlelap dan terbawa ke dimensi lain.

Dosen berambut putih dan botak tengah dan temanku keturunan Korea membangunkanku  dari tidurku yang sangat lelap. Aku melihat jam dari handphone menunjukkan pukul 8.45. Aku berlari tunggang langgang menuju toilet sambil menahan pipis.

10 menit kemudian, aku kembali dari kamar kecil, duduk seperti biasa dan mencoba menatap dengan tajam dosen penggemar berat Werder Bremen, sambil menyatat berapa hal-hal yang penting untuk dipelajari di rumah.

Waktu di jam dinding ruang kelasku menunjukkan pukul 9.10 Badanku sudah mulai tak sinkron. Mata mau terpejam. Tangan ini mencoba ku gerakan sebisa mungkin untuk menulis. Otak sudah tidak bisa memikirkan apa-apa lagi.

Wie heissen Sie ?”, tanya dosen dengan suara yang pelan.

Aku mencoba menangkap pertanyaan dosen seperti anak baru belajar bahasa Jerman.

“Hmm…….. Kurnia.”, jawab ku dengan setengah membaca huruf hijaiyah Qof, Ra, Na dan Ya.

“Apa itu probalibalitas independen ?”, tanya guruku

“Probablitas yang bebas dan mandiri.”, jawabku sambil ngelantur.

___________

Setelah kelas berakhir, aku dipanggil oleh dosen itu, karena jawabanku yang seperti anak yang tidak berpendidikan, ngelantur, asal jawab dan jauh dari teori matematika secara umum pada kelas Statistik.

“Herr Kurnia, mengapa kamu tertidur di kelas saya ? Saya hampir mengeluarkan Anda dari kelas saya karena kamu tertidur dengan pulas.”,

“Saya tidak makan dan minum, dan tidak tidur yang cukup, pak Kochmann.”, jawab dengan jujur dan sedikit menutupi kritik tentang penjelasannya yang sangat pelan.

“Bohong! Apakah menurutmu pelajaran saya membosankan bagi Anda?”,

“Saya memang sudah pernah belajar seperti itu, tetapi kelas bapak tidak membosankan.”

“Dan mengapa Anda tidak makan dan tidak minum ? Kamu ini kan bukan buruh pabrik yang mogok kerja kan.”

“Saya sedang puasa.”

“Cukup ! Saya tidak mau mendengar alasanmu. Coba kamu datang ke dokter saja. Siapa tahu kondisi mu akan jauh lebih fit untuk kelas saya selanjutnya. Besok-Besok jangan tidur di kelas saya lagi.”

BERSAMBUNG

Frankfurt am Main

15.01.2017

Ps: Kisah ini adalah kisah nyata selama penulis menjalani kuliah di Jerman

Tambahan:

THM ( Technische Hochschule Mittelhessen ): Sekolah Tinggi Teknik di daerah Hessen bagian tengah. 

Ja, Schonen Guten Morgen. Herzlich Wilkommen zur Statistik. : Selamat pagi. Selamat datang di Kelas Statistik

Wie heissen Sie ? : Siapa namamu ?

Herr: Bapak/ Saudara.

 

 

 

Posted in Matematika Sehari-Hari, Uncategorized

Bandar Judi: Intuisi vs Kalkulasi Bagian 1

Waktu di jam tangan sudah menunjukkan pukul 8. 15. Aku segera berusaha berlari menuju ruang kelas A8 0.01, agar saya tidak tertinggal terlalu banyak materi Analysis 3 tentang Mass and Integration Theory. Beberapa saat, saya mendorong pintu sekencang-kencangnya dan duduk 3 baris dari belakang. Aku terkejut dengan tema yang disampaikan pak Martin. Biasanya dia bermain dengan cacing-cacing integral dan himpunan. Sekarang dia hanya menulis di papan “Bayern Muenchen 2,00 x Inter Mailand 1,50” dengan besar.

“Apa Tim Favorit kalian ?”, tanya dosen yang memakai baju kotak-kotak kecil berwarna abu-abu.

“Real Madrid.”, ucap Denis, seorang lelaki Turki yang tinggi dan rambutnya berjambul.

“Bayern Munchen.” ucap Michael, seorang lelaki jerman, berambut pirang.

“AC Milan.” jawab saya.

Kemudian aku ditertawakan dan diledek oleh Michael, Denis , Fabian, Toni dan Christian.

Dosen berbadan besar itu memulai tema dengan memberikan contoh kasus yaitu prediksi pertandingan raksasa Jerman, Bayern Munchen, melawan tim papan tengan Italia, Inter Milan dalam kemasan taruhan. Pak Martin meminta mahasiswa untuk menujukkan angka terkecil. Jari-jari mahasiswa menunjuk pada angka 1,50.

Dalam ilmu taruhan olahraga, tim yang diunggulkan menang akan mendapat koefisien yang lebih kecil. Mengapa koefisiennya lebih kecil ?

Menurut skript bapak Martin, koefisien d didapat dari modal kemenangan yang sudah disiapkan oleh bandar dibagi jumlah petaruh yang mendukung tim a. Koefisien d yang dicari oleh bapak Martin hanya berdasarkan pada selera para petaruh.

Menurut pengamatan penulis, koefisien a didapat dari 100 % / presentase rekor pertemuan antar kedua tim dalam minimal 30 kali pertemuan beserta faktor lainnya. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi presentase tersebut ? Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi suatu presentase.

Sebelum saya menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi presentase kemenangan suatu tim, ada satu syarat yang harus dipenuhi dalam bursa taruhan, yaitu harus bertemu dalam n (suatu bilangan yang besar) kali . Apa yang bursa judi lakukan bila kedua tim tidak bertemu dalam n (bilangan dalam jumlah yang besar) kali sebagai batas minimal ?  Mereka menghitung rekor pertemuan kedua tim dan  k (bilangan dalam jumlah yang besar) pertandingan terakhir.

Faktor pertama adalah kondisi dalam internal tim. Apakah ada pemain yang cedera ? Apakah ada pemain kunci yang terkena akumulasi kartu atau skorsing ? Adakah pemain yang sedang on-fire ? Bagaimanakah kondisi ruang ganti pemain ? Apakah pelatih dalam tim tersebut sedang tertimpa isu-isu miring seperti pemecatan dan tidak akur dengan seorang pemain ? Dan masih banyak.

Faktor kedua adalah keuntungan tim dalam bermain di kandang. Semakin atmosfer suporter tim kandang sangat menakutkan bagi tim lawan, semakin kecil kemungkinan tim tandang meraih kemenangan. Contohnya Barcelona selalu diunggulkan melawan Real Sociedad di kandang Sociedad. Akan tetapi, Barcelona meraih hasil yang tidak memuaskan bila tim Barcelona bermain di kandang tersebut.

Sesudah kita menelaah presentase yang muncul dalam bursa taruhan dan , kita sama-sama menelaah ilmu yang digunakan dalam perhitungan koefisien taruhan.

Dalam ilmu perhitungan koefisien, bandar Judi memakai Teori Dutch Book dan Teori Parimutuel, yang berbasis pada manajemen resiko, teori permainan dan measure and integration theorem dalam berbagai perhitungan. Apa persamaan dan perbedaan Teori Dutch Book dan Teori Parimutuel ?

Teori Dutch Book adalah teori perbandingan jumlah keseluruhan uang yang dihabiskan oleh banyak orang untuk mendukung tim A maupun tim B. Semakin banyak uang yang dihabiskan oleh si petaruh untuk mendukung suatu tim, maka suatu tim akan diunggulkan daripada tim yang lainnya.

Teori Parimutuel hampir serupa dengan teori Dutch Book dalam nominal uang.  Namun, perbedaan teori penghitungan perbandingan. Bila Dutch Book menghitung hanya jumlah uang saja, Parimutuel menggunakan sistem pembagian yang cukup merata.

Begini penggambaran teori Parimutel. Ada 10 orang bertarung menebak siapa juara Liga Inggris musim ini dengan jumlah uang taruhan yang berbeda. Lalu, Uang taruhan 10 orang ini digabungkan dan disisakan oleh komisioner (misalkan hanya 15 %) sebagai modal petaruh 10 orang. Setelah modal petaruh dihitung, modal dilipatgandakan sejumlah orang yang ikut taruhan. Kemudian, modal yang dilipatgandakan tadi dibagi dengan jumlah uang yang dikeluarkan oleh setiap petaruh. Semakin besar uang petaruh yang dikeluarkan, semakin kecil koefisien bandar dan tim yang dijagokan diunggulkan menjadi juara liga.

Benar kata Martin, taruhan bola hanya urusan selera penonton dan petaruh. Bukan selera penonton atau banyak-banyakan fanbase di dunia yang bisa membuat tim menjadi lebih kuat. Lapangan hijau atau lapangan lainnya cukup membuktikan kekuatan gladiator-gladiator lapangan dalam meraih kejayaan gladiator tersebut.

Sachsenhausen, Frankfurt am Main

13.01.2017