Posted in Cerita Fantasi

Sisi Gelap di Negara Rantau (1)

Akhir-akhir ini, ane sering sekali melihat kejadian kejadian yang membuat orang-orang di kampung halaman mencari anaknya di rantau sana. Di sana sering terjadi penipuan, pemukulan, depresi, hilang Kontak, bahkan bunuh dirii yang melibatkan pelajar rantau dari Indonesia. 

Gw tidak bermaksud menakut-nakuti siapapun. Baik itu orang tua, om, tante, kakek, nenek, teman dekat, bahkan calon istri (emang ada ? Yang jelas sudah tertulis di lauh mahfudz) dan calon mertua (calon istri aja belom ada). Gw cuma kepingin pelajar disini saling mengenal dan mengingatkan satu sama lain. Tak Kenal maka Ta’aruf. 

Setelah gue menjelajahi, menimbang-menimbang destinasi untuk tempat ngampus dan reuni kecil-kecilan bersama teman satu SMA di Gießen, gue memutuskan untuk pulang ke Kaiserslautern lewat Frankfurt dan Mannheim. Di Mannheim, para penumpang pemegang tiket EC arah Saarbrücken, dipindahkan ke Kereta S-Bahn nomor 2 (S2) arah Kaiserslautern, karena ada kerusakan kereta EC di Frankfurt am Main.

20.59

Kereta S2 arah Kaiserslautern berangkat. Kereta ini berhenti di semua halte hingga Kaiserslautern Hbf. Para Penumpang berdesak-desakan di dalam kereta. Bahkan ada yang terjepit diantara koper-koper punya orang-orang berkemeja dan berdasi. 

Petugas terus menyebutkan halte-halte pemberhentian selanjutnya. Satu per satu penumpang mulai turun di tempat tujuan. Tak sedikit juga, beberapa penumpang masuk menuju S2, dari gelandangan hingga orang yang berduit. 

Di Ludwigshafen, ada seorang pria gembel memakai tas hitam masuk ke dalam kereta dengan langkah yang cepat. Gelas-gelas didalam tasnya membentur satu sama lain. Dia duduk dekat tempat taruh sepeda dan menggunakan headset di telinga. Kami semua memperhatikan dia yang sedang sempoyongan. Kami berbalik arah dan melakukan aktivitas seperti semula. Gw langsung tidur sebab gw lelah mengelilingi kota Gießen.

________________

Tiba-tiba, gembel yang sempoyongan tadi mengeraskan lagunya dan berteriak sekeras mungkin. Mendengar teriakan gembel itu, saya memakai earphone dan melanjutkan tidur saya.

Pecahan kaca dan teriakan gembel benar-benar membangunkan gw. Gw masih mengucak mata sambil bersandar di kaca. Ketika aku terbangun, gembel bercelana hitam bolong-bolong itu memasang lagu heavy metal sambil memecahkan pintu kaca S2. Gembel itu juga memukuli perut ibu beraksen thailand dan mendorong anak keturunan indo-china ke penumpang yang mencoba menelpon polisi . Beruntung mereka sama sekali tidak terluka.

Pria berbaju hitam berlari dan terus menerus mendekati kaca. Ketika dia mendekati kaca dekat gue, gue sudah hindari kaca yang akan dipecahkan oleh gembel itu. Apa daya, pukulan hook gembel itu tepat mengenai pipi kanan gw, tetapi dia tidak berhasil memecahkan kaca dengan satu pukulan.

Setelah pria itu berhasil memukul saya, pria itu terus menerus berusaha memecahkan kaca di sebelah gue. 5 Penumpang menarik pria pemecah kaca menjauh dari kaca. 3 penumpang melindungi saya agar tidak terjadi baku pukul.  2 Penumpang membuka tas  dan mencari identitas pria yang mukulin gw. Seorang pria berambut pirang menelpon polisi. Beberapa penumpang mengamankan ibu dan anak tadi dan  mengetuk masinis supaya kereta itu segera berhenti. 

“Hey, Jing, kau dari mana ?”, ujar pria pemecah kaca dengan nada meninggi 

Gue berusaha untuk mencoba menahan diri dan tidak menjawab pertanyaan pria perusak suasana di kereta sambil mengantisipasi hantaman berikutnya.

“Lo dari Malaysia ? Indonesia ? Huh, yang jelas agama lo itu sampah ! Ikuti ajaran gue ! Ajaran Kedamaian.”, ucap pria itu dengan membentak gue.

Makian orang yang sudah dibawah sadar itu masih aku hiraukan, gue hanya berdiri di depan pintu keluar dan menekan tombol darurat.

Kereta itu tiba tiba berhenti mendadak. Gw langsung keluar mencari stasiun polisi terdekat. Pria pirang tadi keluar dan menyusul gw ke kantor polisi terdekat. Kami ternyata di daerah antah berantah. Hanya ada beberapa rumah di sana dan terletak diantara bukit-bukit dan lintasan panjang yang penuh kelokan. Tak ada kantor polisi, tak ada swalayan, Tak ada apotik. Bahkan sinyal saja tidak ada. 

______________

22.45

45 menit sudah kami di dalam kereta. Menunggu polisi mengamankan pria perusak kereta. 5 Orang masih menahan pria yang dibawah kendali 20 Jägrmeister yang membawa dia kedalam alam bawah sadarnya. Saya hanya duduk dan diajak bicara oleh pria perancis dan wanita chinese, agar kejadian tadi bisa segera dilupakan.

Tak berapa Suara langkah kaki-kaki polisi dari bawah stasiun terdengar hingga kereta kami. 5 orang tadi kembali ke tempat duduk mereka. Akan tetapi, Pemukul itu mengambil tasnya, dan berlari keluar ke pintu paling belakang. Pria pemukul 2 orang itu mencoba menyebrang rel kereta untuk menghilangkan jejak. Beruntung, dua polisi langsung menangkap pria pemabuk dan 2 polisi yang lain mengevakuasi penumpang dan dimintai keterangan terkait pria gelandangan beraksen rusia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s