Posted in Matematika Sehari-Hari

Dosa dalam Kemasan Ilmu Matematika (bagian 2)

Seorang lelaki gemuk berdiri di booth “Lotto” di sebuah kios di pinggir jalan. Ia memegang pensil dan memegang 2 lembar kertas seukuran berisi angka-angka. Lalu, lelaki itu menyilang angka demi angka. Kemudian, lelaki berbaju abu-abu membayar 100 Euro (sekitar 1.4 juta rupiah) dan menyerahkan hasilnya ke kasir itu. Ketika lelaki berusia 35 tahun itu keluar, ia berharap mendapatkan hadiah Jackpot senilai 18 juta Euro seperti apa yang diiklankan di sebuah surat kabar.

Lotto adalah sebuah permainan yang sangat favorit di mata masyarakat Jerman pada umumnya. Biasanya, permainan menebak angka ini digemari oleh orang-orang yang berusia 30 tahun atau lebih. Mereka mengikuti permainan ini dengan harapan mereka bisa mendapatkan kekayaan yang instan hanya dalam kurun waktu satu minggu saja, bahkan kurang.

Sebuah permainan biasanya mempunyai cara bermain. Berikut ini tata cara singkat dalam bermain Lotto.

Aturan bermain dari Lotto sangatlah sederhana. Peserta menentukan 6 angka secara acak dari 49 angka (49 angka pertama) dan sebuah angka spesial (Istilahnya Superzahl) dari 0 hingga 9. Kemudian peserta menyilang angka yang sudah ditentukan sebelumnya. Setelah itu, peserta membayar lima euro per slot, mendapatkan nomor undi dan kertas Lotto diberikan ke kasir.

Kunci Jawaban dari permainan Lotto akan dibagikan 2 kali seminggu yaitu hari Rabu dan Sabtu. Pemain diharuskan mencocokan jawabannya dengan kunci jawaban dari Lotto. Biasanya, seorang yang bisa menebak angka-angka tersebut dengan benar akan diberikan hadiah Jackpot bernilai puluhan juta Euro.

Mendapatkan hadiah Jackpot dalam permainan Lotto tentu tidaklah mudah. Peserta mempunyai tantangan dalam mendapatkannya.  Apakah tantangan bagi seorang pemain Lotto ?

Peserta permainan mempunyai kesulitan untuk mendapatkan hadiah jackpot tersebut. Bayangkan saja ada 49 angka di kertas dan peserta hanya boleh memilih enam angka. Kemudian peserta hanya boleh memilih satu angka dari sepuluh angka. Secara matematis, sistem di permainan Lotto mempunyai 13983160 kemungkinan. Seorang pemain mempunyai peluang sebesar 7,15 dikali sepuluh pangkat minus 7 untuk menjawab tebakan itu dengan benar.

Tidak hanya kesulitan saja yang didapat oleh peserta Lotto, melainkan juga peserta permainan butuh menunggu waktu yang lama untuk menunggu hadiah Jackpot tersebut. Jika lelaki tadi membeli 200 slot untuk pemainan Lotto ini, dia butuh waktu 13445 tahun untuk mendapatkan hadiah jackpot tersebut. Kaya tidak, melarat iya.

Lantas apa yang membuat permainan seperti ini membuat pesertanya sengsara? Lalu bagaimana kesengsaraan, kemelaratan dan permainan Lotto ini dihubungkan dengan ajaran agama?

Lotto adalah sebuah permainan yang menggantungkan nasib di masa yang akan datang.  Jelas permainan ini dibenci di mata Allah, dan tertera di Al-Quran surat Al-Maidah ayat 90 yang artinya

 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-Maidah ayat 90)

Seseorang yang melakukan perbuatan dibenci oleh Allah merupakan temannya Syaitan. Lotto ini sama seperti perjudian pada umumnya, hanya saja dikemas dalam bentuk angka-angka. Pemain-pemainnya jelas merupakan temannya Syaitan.

Permainan seperti ini juga bisa mendatangkan sifat-sifat buruk di dalam hati manusia. Bayangkan saja ketika orang menghabiskan 200 slot (1000 Euro) hanya untuk memenangkan permainan ini. Lalu, ada seseorang newbie tiba-tiba langsung menang hadiah judi, walau dia membeli 10-20 slot saja. Maka, si pembayar 200 slot tadi menjadi iri dengki terhadap seorang pemenang Lotto tadi.

Sifat tidak menyukai manusia yang lainnya pada kasus tersebut telah digambarkan oleh Allah dalam Al-Quran Surat Ali Imran ayat 103 yang artinya

dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya (QS Ali Imran: 103)

Perbuatan seperti ini menjauhkan manusia pada persatuan umat. Bukankah Islam telah menyuruh orang-orang beriman untuk saling mencintai satu sama lain karena agama dan menghindari percekcokan seperti yang tercantum di Firman Allah surat Al-Anfal ayat 63 yang berarti

dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka

Itulah gambaran seorang pemain Lotto. Setelah mengetahui permainan Lotto dan bahaya, kita wajib menjauhi perbuatan tersebut. Sebagaimana Allah telah menyuruh kita menjauhi perbuatan Judi ini dalam surat Al-Mudatssir ayat 5, ” dan perbuatan dosa tinggalkanlah.”

Wallahualam bi Shawwab

Wassalamualaikum Wr Wb

Bukan Ustadz

Advertisements

One thought on “Dosa dalam Kemasan Ilmu Matematika (bagian 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s