Hallo, Hallo Tambora (bagian 1) : Tak Percaya sama Pak Hikmat

Beberapa hari sebelum keberangkatan, aku tidak dapat meyakinkan diriku sendiri untuk menuju Tambora. Aku merasa pergelangan kakiku masih terasa tegang dan tak bisa melangkah jauh. Di suatu pagi yang berawan, aku menyeruput secangkir cokelat hangat buatan ibu. Kemudian, ku mencoba ngeles dengan bapak. "Beh, aku nggak ke Tambora yah, nggak apa kan?” , tanyaku dengan... Continue Reading →

Advertisements

Akar Kebencian 

Peristiwa Holocaust di 75 Tahun yang lalu merupakan peristiwa terkelam dalam sejarah Jerman. Peristiwa itu membekas pada masyarakat Jerman hingga hari ini. Tiada satupun di Jerman yang mau membicarakan kekejaman si Kumis dan partai berlogo swastika itu. Bahkan, membicarakan kedua hal tersebut adalah hal yang sangat tabu di masyakat jaman ini di negeri Panzer dan... Continue Reading →

Izin Pamit

27 Juli 2017, ku kembali menghirup udara kota Jakarta. Aku menikmati antrian mobil-mobil dengan berbagai jumlah roda. Tak lupa, aku kembali ke pelukan kedua orang tuaku. Kalau aku dipangku, ortuku keberatan.   Segala kegiatan ku jalani satu per satu dengan penuh antusias, seperti hadir di majelis-majelis ilmu dengan berbagai pembicara atau ustad dan berpetualang dengan komunitas... Continue Reading →

Matematika adalah Sebagian dari Mimpi Buruk Anak

Aku duduk di atas kursi kayu, meluruskan kedua kaki dan dikelilingi oleh ibu Indah dan bapak Bambang dan anak didik mereka. Saya memulai berbagi kisah hidup di negeri panser. "Perkenalkan aku Rakan Abyan. (aku) Biasa dipanggil Rakan. Kuliah di Technische Hochschule Mittelhessen jurusan Matematika Ekonomi .... Sebelum (aku) sharing gimana sih kuliah di Jerman, ada yang... Continue Reading →

Featured post

Dream Catcher

Di sudut kota Jakarta atau kota-kota lainnya, banyak orang tidak bisa menemukan jalan yang sesuai dengan passionnya di jaman ini. Sebagian orang terpaksa melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dengan berbagai alasan, seperti kurangnya lapangan pekerjaan, tidak sesuai dengan kebutuhan jaman, hingga alasan finansial. Sebagian dari kita sudah menemukan minat dan bakatnya, tetapi mereka berbelok dan... Continue Reading →

Dari Anambas Menuju Tembok Berlin

Kuliah di luar negeri merupakan salah satu mimpi mayoritas pelajar di Indonesia. Mulai dari pelajar dari kota-kota besar dan kota-kota kecil sampai pelajar dari daerah yang tertinggal sekalipun bermimpi untuk kuliah di luar negeri, terutama di negara-negara maju seperti Jerman, Belanda hingga Kanada. Salah satu pelajar yang telah mewujudkan mimpinya yaitu Ebin Ardiansyah dari Berlin.... Continue Reading →

Tidak Siap Menuju Rumah 

Kegiatan Kuliah Matematika Bisnis Semester 4 akan segera berakhir. Ujian telah didepan mata. Tiket sudah digenggam dengan pasti. Aku membawa koper kosong berisi barang titipan orang dari Frankfurt. Harapannya, aku membawa banyak oleh-oleh dari negeri sendiri seperti puteri salju dan buku dari penerbit ayah seperti Reach your Dreams, Happy Little Soul dan Generasi Langgas saat kembali ke Jerman.   Mental... Continue Reading →

Dosa dalam Kemasan Ilmu Matematika (bagian 2)

Seorang lelaki gemuk berdiri di booth "Lotto" di sebuah kios di pinggir jalan. Ia memegang pensil dan memegang 2 lembar kertas seukuran berisi angka-angka. Lalu, lelaki itu menyilang angka demi angka. Kemudian, lelaki berbaju abu-abu membayar 100 Euro (sekitar 1.4 juta rupiah) dan menyerahkan hasilnya ke kasir itu. Ketika lelaki berusia 35 tahun itu keluar,... Continue Reading →

Polemik Hukum Usaha Paytren

Satu hari di bulan Desember pasca aksi damai 212, berbagai bentuk usaha muncul ke pasaran. Koperasi Syariah 212 adalah sebagian kecil dari bentuk usaha syariah di Indonesia. Selain koperasi syariah 212 mulai menancapkan eksistensi, Paytren dengan pimpinan Ust. Yusuf Mansur menawarkan opsi lain dalam ekonomi berjamaah, yaitu usaha melalui aplikasi di smartphone.  Beberapa ahli ekonomi... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑