Mengucap Sang Pencipta

Bismillah. Sebuah kata diucapkan dari bibir seorang guru ngaji, sebelum majelis ilmu dimulai. Kemudian, ia menjelaskan beberapa huruf hijaiyah dan mengucap satu per satu huruf hijaiyah. Banyak sekali jamaah (mungkin termasuk aku) kurang peka terhadap suatu proses pembelajaran yang terlewati. Mereka hanya melihat mulut ustad dalam membaca beberapa huruf hijaiyah. Kini, guru ngaji berbaju putih... Continue Reading →

Advertisements

Hallo, Hallo Tambora (bagian 1) : Tak Percaya sama Pak Hikmat

Beberapa hari sebelum keberangkatan, aku tidak dapat meyakinkan diriku sendiri untuk menuju Tambora. Aku merasa pergelangan kakiku masih terasa tegang dan tak bisa melangkah jauh. Di suatu pagi yang berawan, aku menyeruput secangkir cokelat hangat buatan ibu. Kemudian, ku mencoba ngeles dengan bapak. "Beh, aku nggak ke Tambora yah, nggak apa kan?” , tanyaku dengan... Continue Reading →

Dari Anambas Menuju Tembok Berlin

Kuliah di luar negeri merupakan salah satu mimpi mayoritas pelajar di Indonesia. Mulai dari pelajar dari kota-kota besar dan kota-kota kecil sampai pelajar dari daerah yang tertinggal sekalipun bermimpi untuk kuliah di luar negeri, terutama di negara-negara maju seperti Jerman, Belanda hingga Kanada. Salah satu pelajar yang telah mewujudkan mimpinya yaitu Ebin Ardiansyah dari Berlin.... Continue Reading →

Sisi Gelap di Negara Rantau (1)

Akhir-akhir ini, ane sering sekali melihat kejadian kejadian yang membuat orang-orang di kampung halaman mencari anaknya di rantau sana. Di sana sering terjadi penipuan, pemukulan, depresi, hilang Kontak, bahkan bunuh dirii yang melibatkan pelajar rantau dari Indonesia.  Gw tidak bermaksud menakut-nakuti siapapun. Baik itu orang tua, om, tante, kakek, nenek, teman dekat, bahkan calon istri... Continue Reading →

Antara Aku dan Dosen Putri Solo (Bagian 1)

Jam dinding di kelas 101 di THM sudah menunjukkan pukul 07.30. Ramadhan sudah mendekati 10 hari terakhir. Aku mencoba tidur sebentar, agar badan tidak lemah, letih dan lesu saat Vorlesung Stochastik 1 berlangsung. 20 menit kemudian, langkah kaki siswa dan siswi semakin keras mendekati kelas. Aku tiba-tiba terbangun dengan muka yang sangat pucat seperti orang yang terkena […]

Powered by WordPress.com.

Up ↑